Balikpapan, 20 November 2024 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait Unit Layanan Disabilitas (ULD) pada Rabu (20/11). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Bagian Hukum Setdakot Balikpapan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk meninjau efektivitas program dan layanan yang diberikan kepada siswa penyandang disabilitas di Kota Balikpapan. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk menggali masukan dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi dalam memberikan pendidikan inklusif.
Sekretaris Disdikbud Kota Balikpapan, Bapak Ganung, yang memimpin rapat menyampaikan bahwa ULD memiliki peran strategis dalam memastikan siswa disabilitas mendapatkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas. “Monitoring ini penting untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi program telah berjalan, sekaligus memperkuat komitmen kita dalam menyediakan layanan inklusif yang ramah disabilitas,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, beberapa sekolah yang telah memiliki layanan inklusif berbagi praktik baik terkait pengajaran bagi siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, forum juga membahas kendala seperti minimnya fasilitas khusus, kebutuhan pelatihan guru, serta penyesuaian kurikulum bagi siswa disabilitas.
Hasil dari monitoring ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan Disdikbud untuk meningkatkan layanan dan sarana pendukung pendidikan inklusif di Kota Balikpapan. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong pembangunan pendidikan yang inklusif dan setara, demi mewujudkan Balikpapan sebagai kota ramah disabilitas,” tambah Ganung.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan rekomendasi untuk penguatan Unit Layanan Disabilitas yang akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk tindak lanjut lebih lanjut.